
Kurasa aku terlalu sibuk mendewasakan diriku,
dan kau,
kurasa kau percaya sepenuhnya padaku.
Terima kasih Ayah.

Sesuai janji sama diri sendiri bahwa hari ini bakalan nonton Brave maka dengan ini saya memenuhi janji pada diri saya sendiri. Hahahaha buat yang beginian aja jagoan nepatinnya. Ya iyalah da cuma senang-senang. Kalau kemarin saya main sendirian sekarang udah nggak lagi donk. Harus ada kemajuan. Ternyata dua teman jagoan saya mau ikutan nonton di bioskop juga. Ya walaupun akhirnya nontonnya terpisah, mereka berdua nonton madagascar dan saya sendirian nonton brave. Ga korsa ya?! Mau bagaimana lagi, ini kan memang sudah saya rencanakan dan brave ada di prioritas nomor satu. Maap ya ceman-ceman.
Serem gak sih kalau kita sering sendirian?! Di kosan sendiri, maen sendirian, lagi kumpul di keramaian juga sendiri. Yang jelas kalau dalam arti kasat mata kita memang sendirian tapi kalau dalam arti lebih dalam kita gak akan pernah sendiri. Ya kalian cukup pintar untuk mengartikannya.
Jalan-jalan sendirian. Orang bilang autis, aneh, kasian. Saya bilang seru. Dari Kediri-Blitar-Malang-Surabaya-Demak-Semarang-Salatiga-Solo mengunjungi rumah teman-teman dan dalam perjalanan sendirian itu seru. Coba saja. Weekend kali ini pun saya mulai membangkitkan kebiasaan main sendirian saya. Dari dulu memang suka main sendiri, bahkan nonton bioskop pun sendirian. Buat yang ini saya juga merasa aneh karena memang sepertinya bioskop itu tempat spesial untuk tidak sendirian. Ya bodoh amat gak ada yang bikin aturan bakunya juga. Kali ini buat mengisi weekend yang bakal menjadi weekend membosankan jika tidak melakukan kegiatan apapun saya punya rencana hebat.
Ayo siapa yang tahu kapan isra mi’raj di tahun 2012 ini?! Pada tahu donk, ya jelas ada di kalender tahun 2012. Tapi satu yang unik bahwa isra mi’raj tahun ini bertepatan pada hari minggu sehingga menurut saya menjadi sedikit terabaikan. Bahkan mungkin jika saya tidak ikut berpartisipasi dalam acara ini mungkin saya pun tidak akan ingat bahwa hari minggu itu adalah peringatan isra mi’raj.
Isra mi’raj adalah perjalanan malam Rasulullah saw dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa lalu dilanjutkan ke Sidratul Muntaha bertemu dengan Allah swt. Ini pengertian yang saya ingat. Terus saat isra mi’raj pun merupakan saat diberikannya kewajiban salat lima waktu bagi umat Nabi Muhammad saw. Jika ingin tahu lebih detail dan lebih jelas keabsahannya ya silahkan buka literatur tentang peristiwa tersebut. Di sini saya ingin bercerita tentang kegiatan yang saya lakukan saat isra mi’raj kemarin.

Siapa sih yang gak suka melarikan diri. Bahkan jurus langkah seribu menjadi jurus andalan nomor satu bagi kebanyakan orang ketika berhadapan dengan bahaya. Dan harus saya akui memang saya hampir sering melarikan diri dari masalah. Hehehe. Pengecut dasar lu!
Kali ini saya kabur ke kampung halaman. Padahal mah cuma pulang ke rumah doang. Cuma dua jam perjalanan. Kabur dari rutinitas pegawai sama sedikit kekesalan yang ada. Di rumah juga mau ada acara sih jadinya ya sekalian aja. I am so thankful that i still have a place to go back as we called home. Thanks God.
Pernah ga sih kesel sekeselnya ampe beneran kesel?! hahaha apa maksudnya coba. Saking keselnya ingin mukulin atau ngebantingin atau ngancurin sesuatu. Mukulin matras bisa jadi contohnya, seperti yang saya lakukan saat ini. Tapi walaupun udah dilakuin tetep aja pengen melakukan kekerasan yang saya sebutkan di atas. Untung masih ada kesadaran bahwa barang yang saya punya rada susah kalau harus beli lagi. Tapi tetep atuh hoyong ngabalangkan naon kitu euy.
Aneh. Beneran aneh saya juga baru ngerasain perasaan kayak gini. Bener-bener aneh. Ga bisa diem. Kayaknya tuh ada yang mau meletup. Sabar dong,hen. Saya baru tahu ternyata sabar itu emang senjata teknologi tinggi yang gak semua orang bisa dengan mudah bilang atau ngaku ‘Saya sabar,kok’. Tapi mau bagaimanapun harus tetep sabar donk, itu kan yang bedain kamu sebagai muslim. Tapi susah. Buat sekarang ini ya semoga tercurahkan dengan coret-coret ga jelas.

Mungkin kalau dalam bahasa inggris jadi The Red Devils alias siluman merah. Mungkin yang punya tempat memang penggemar klub sepak bola asal Inggris tersebut. Atau mungkin juga itu hanya karangan pembimbing kami atas nama dari Villa yang akan menjadi tempat singgah kami untuk melakukan dauroh.
Ternyata Villa Silma itu memang singkatan dari siluman merah. Ada gambar yang terpajang yang menjadi bukti otentik. Ngeri juga ya nama villa ada silumannya gitu. Tapi ya gapapa lah yang penting mah gratisan. Hahahaha.
Tanggal 9-10 Juni kemarin saya dan teman-teman yang magang di priok mendapat kesempatan untuk melakukan dauroh ke Puncak. Tepatnya ke Villa Silma tersebut. Atas ide dan semangat dari Pak Iwan, pembimbing kami, acara ini pun dapat terwujud. Kegiatan yang mungkin memang akan sedikit memberatkan karena mungkin kita semua tahu jika ada acara seperti mabit ini maka yang terbayang adalah kajian-kajian-kajian-kajian-qiyamulail yang lama yang buat saya masih lumayan berat. Namun ternyata tidak seperti yang saya bayangkan. Kegiatannya memang sebagian besar seperti itu, namun dibawakan dengan lebih santai dan tidak terlalu memaksa. Alhasil saya pun menjalaninya dengan sangat enjoy.
Hari Jum’at adalah hari besar untuk umat Islam. Khusus untuk laki-laki bahkan ada kewajiban menjalankan shalat jum’at. Dan jum’at hari ini pun tanpa terkecuali saya harus menunaikan shalat jum’at.
Semenjak menjadi pegawai harian, kebiasaan buruk yang dilakukan tiap mendengarkan khutbah jum’at adalah duduk sila dengan gagahnya dan tertidur. Mungkin karena lelah bekerja, terutama saat masih tugas di loket PKB. Tiba-tiba ada seseorang yang membangunkan saat iqamah sudah berkumandang. Sangat buruk. Tapi semenjak pindah tugas di kantor induk yang intensitas pekerjaannya tidak sesibuk saat di loket dahulu, lumayanlah masih bisa memaksakan untuk membuka mata, walaupun terasa sangat sulit. Harus terus berjuang.
Di masa galaunya TMT dan di masa makin direndahkannya almamater saya. Saya malah senang-senang, hahaha. Sebenernya gak bikin senang juga sih kegiatannya cuma menjadikan saya ada kegiatan. Ya jarang-jaranglah memenuhi keinginan pribadi.
Niatnya mau beli perlengkapan buat dauroh nanti akhir pekan di Puncak. Karena saya malas berurusan dengan kedinginan jadinya saya niat mau beli kupluk sama sarung tangan biar bisa benar-benar menikmati dauroh nantinya. Eh dasar mungkin muka saya muka pedagang dengan pakaian yang mirip dengan penjualnya, saya dua kali dikira yang dagangnya. “Mas saya yang ini aja jadinya.” sambil nyerahin barang yang mau dibeli. “Ah maap mas bukan saya.” #%$#$@@%$#%. Memang harusnya saya jadi pedagang-pengusaha aja ga usah sok-sokan mengabdi.
Atulah da saya teh udah botak pisan atuh, ga usah kebanyakan mikir lagi. Tambah botak aja yang ada. Ckckck mengerikan. Hahahaha. Ya beginilah keadaan diri saya, kebanyakan mikir dan mikirnya juga yang gak karauan, yang gak penting. Dan beginilah jadinya, udah matiin lampu dan gelar kasur dari jam10 dan sampe sekarang udah lewat tengah malem masih belum bisa terlelap dalam tidur.
Pernah ga kepikiran sesuatu atau menanti sesuatu ampe bikin ga bisa tidur?! Ya kayak besoknya mau jalan-jalan atau besoknya mau reunian sama temen sd dan saking antusiasnya mikirin kira-kira nanti bakal ngapain aja ampe ga bisa tidur. Saya mah sering pisan lah. Sekarang juga lagi kepikiran sesuatu acara yang bakal dilaksanain dan saya sangat antusias memikirkannya, mungkin lebih tepatnya otak saya. Ah iya kalo mikirin masalah ke-galau-an mah saya belum pernah jadinya ga ngerti gimana itu apakah bisa sampai membuat sulit untuk tidur. Maap ya„maap.