August 2012
12 posts
Habis sedikit berbelanja di supermarket andalan, sekalian makan malam saya memutuskan untuk makan tahu campur. Ya tahu campur, sudah lama juga gak nyicip nih makanan satu. Pertama kali kenal nih tahu campur itu di Malang, ditraktir temen. Dan ya saya pun langsung suka. Apalagi karena gratisan, hahaha.
Tapi jangan disamakan antara Jakarta dengan daerah Jawa sana. Terutama soal harga dan kekenyangan. Kalau di Jawa sana, udah murah kenyang pula. Dan ya kalau di Jakarta mungkin teman-teman juga tahu bagaimana.
Dan karena tahu campur itu pun jadi keinget lagi gimana enaknya tahu campur waktu di Salatiga, yang juga dapat saya cicipi dengan gratisan, hahaha. Beneran itu enaknya. Temen saya yang suka makan juga emang setuju kalau tahu campur itu enak dan bikin kangen. Dan harganya itu lho cuma cukup Rp. 4.000 saja. Kenyang?! Terjamin. Seingat saya, saya pun selalu tambah porsi kalau makan di situ.

“Anak-anak, esok lusa ketika sudah besar, kalian akan menemukan segolongan orang yang pekerjaannya selalu merusak. Ketika dinasehati agar janganlah berbuat kerusakan, mereka dengan pintarnya menjawab, kami justru sedang berbuat kebaikan. Kami membawa kesejahteraan, melakukan pembangunan. Sejatinya merekalah perusak itu…. Esok lusa, akan lebih banyak lagi orang kota rakus yang berdatangan. Maka ketika itu terjadi, camkan kalimatku ini, jika kalian tidak bisa ikut golongan yang memperbaiki, maka setidaknya janganlah ikut golongan yang merusak. Jika kalian tidak bisa berdiri di depan menyerukan kebaikan, maka berdirilah di belakang. Dukung orang-orang yang mengajak pada kebaikan dengan segala keterbatasan. Itu lebih baik.”
Nek Kiba - Eliana (Serial Anak-anak Mamak)
Harusnya ini diposting pas awal masuk bulan puasa tapi karena saya sok sibuk gak sempet internetan karena capek kerja jadilah baru sempet sekarang. Ya hanya alasan saja.
Kita semua tahu kalau Indonesia itu memang surganya kuliner. Surga Masakan. Macam-macam masakan ada di Indonesia, tiap daerah punya khasnya masing-masing. Begitu pula dengan daerah komplek tempat tinggal saya. Setiap memasuki bulan puasa pasti ada jajanan khusus ini yang sebenarnya tidak terlalu khusus juga. Jajanan yang menandakan bahwa mari kita berpuasa dan tiap malam shalat tarawih berjamaah. Hihihi.

karena setiap orang berbeda pendapat dan juga keyakinan
jadi ya kita harus berani mengambil keputusan
walaupun kita gak punya jawaban yang pasti
atau kita akhiri” —3hati, dua dunia, satu cinta